Salah satu tradisi yang masih dijalankan masyarakat Desa Ngadirojo khususnya warga Kapyuran, RT 02 RW 01 Dusun Krajan yaitu bersih desa. Bersih desa dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur warga atas berkah yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat desa, baik dari hasil panen, kesehatan dan kesejahteraan yang telah diperoleh selama setahun dan juga sebagai permohonan akan keselamatan dan kesejahteraan warga desa untuk satu tahun mendatang dan meminta keselamatan desa serta warganya
Bersih desa merupakan tradisi turun temurun yang biasanya dilaksanakan pada Zulqadah atau bulan Longkang dalam bulan Jawa. Kegiatan bersih tahun 2025 dilaksanakan pada hari Jumat Pon, 16 Mei 2025. Kegiatan dimulai pada malam Jumat Pon atau hari Kamis malam dengan mengadakan doa bersama di mushola Al Hidayah yang dihadiri oleh Perangkat Desa Ngadirojo dan warga sekitar. Selain itu, dalam acara tersebut juga diisi dengan ceramah oleh Bapak Subkhi. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan agar kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meningkatkan ibadah kita
Pada Jumat paginya, Perangkat Desa Ngadirojo, Ketua BPD, Ketua RT dan warga masyarakat membersihkan area makam Ki Wonopolo / Mbah Kapyuran, membersihkan sekitar sumber mata air Kapyuran dan dilanjutkan membersihkan lingkungan Kapyuran. Kegiatan ini juga diikuti oleh siswa – siswi SDN Ngadirojo I dan SDN Ngadirojo II. Pada kesempatan itu, Kepala Desa Ngadirojo, Bapak Aris Yudianto menceritakan mengenai sejarah “Babad Lorog”. Diharapkan para siswa dapat mengetahui tentang sejarah / asal usul Lorog yang nantinya dapat melestarikan budaya dan tradisi yang turun temurun telah ada
Bersih desa merupakan salah satu momen untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat gotong royong. Tradisi ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah cerminan budaya dan nilai-nilai luhur yang patut dilestarikan. Tradisi ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu bersyukur, menjaga kelestarian alam serta mempererat persatuan dan kesatuan
#bersihdesa